Obligasi ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 11 Desember 2024, memberikan akses lebih luas bagi investor untuk memperdagangkannya di pasar sekunder.
Mendukung Pembiayaan Keberlanjutan
Dana yang diperoleh dari Sustainability Bond ini akan digunakan untuk mendukung Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS), sesuai dengan POJK Nomor 18 Tahun 2023.
Baca Juga: Dewan Da’wah Solo Raya Gelar Kajian Ilmiah, Bedah Doktrin LDII dan Tantangan Paradigma Baru
Hingga September 2024, portofolio berkelanjutan bank BJB mencapai Rp18,2 triliun, tumbuh 15,2 persen year-on-year, dengan 49,9 persen diarahkan ke sektor ramah lingkungan, sementara sisanya mendukung UMKM dan sektor keberlanjutan lainnya.
Langkah Strategis Menuju Keberlanjutan
Penerbitan Sustainability Bond ini sejalan dengan komitmen bank BJB terhadap Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB). Langkah-langkah strategis lainnya meliputi:
Pengelolaan emisi gas rumah kaca menuju komitmen Net Zero Emission.
Partisipasi dalam Bursa Karbon Indonesia dengan membeli unit karbon SPE-GRK.
Penyelesaian Climate Risk Stress Test (CRST) untuk integrasi risiko iklim dalam manajemen risiko.
Baca Juga: Wapres Gibran Kunjungi Pengungsian Warga Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
Mengukuhkan Posisi Bank BJB dalam Penerapan ESG
Dengan berbagai inisiatif keberlanjutan, bank BJB mempertegas posisinya sebagai institusi keuangan yang berkomitmen pada penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG).
Bank BJB yakin bahwa pertumbuhan bisnis yang selaras dengan prinsip keberlanjutan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi ekonomi, lingkungan, dan masyarakat Indonesia.
Kesuksesan Sustainability Bond ini tidak hanya memperkuat likuiditas bank BJB, tetapi juga mendukung ekspansi bisnis yang berkelanjutan.