Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp18 Ribu, Begini Tanggapan Menkeu Purbaya soal Utang Luar Negeri

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 5 Juni 2026 | 20:35 WIB
Tanggapan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan BI terkait nilai tukar rupiah yang menembus Rp18 ribu belum lama ini. (Instagram.com/@menkeuri)
Tanggapan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan BI terkait nilai tukar rupiah yang menembus Rp18 ribu belum lama ini. (Instagram.com/@menkeuri)

SENAYANPOST - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai nilai tukar rupiah saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia.

Menurutnya, kondisi fundamental rupiah sebenarnya lebih kuat dibandingkan level yang terjadi di pasar saat ini.

Purbaya menjelaskan pelemahan rupiah memang berdampak pada besaran pembayaran kewajiban utang luar negeri yang dihitung dalam mata uang domestik.

Namun, ia menegaskan bahwa kewajiban pokok pembayaran utang tetap tidak berubah.

Baca Juga: Tiga Mantan Petinggi BGN Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Menkeu Purbaya Sebut Tetap Fokus Efisiensi Anggaran MBG

"Kuponnya sih konstan. Kalau pembayaran utang kan lewat kuponnya. Cuma pada waktu rupiah melemah ya meningkatkan dalam rupiah pembayarannya," kata Menkeu Purbaya pada 4 Juni 2026, dikutip SenayanPost.com dari Antara.

Meski demikian, ia optimistis kondisi fundamental ekonomi nasional masih cukup kuat untuk menopang stabilitas nilai tukar dalam jangka panjang.

"Pada dasarnya, fundamental rupiah berada di bawah level yang sekarang. Lebih kuat dari yang sekarang," ujarnya.

BI Perkuat Strategi Menarik Aliran Modal Asing

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan moneter.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan bank sentral terus memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter yang berorientasi pasar (pro-market) guna mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik bagi investor.

Baca Juga: IHSG dan Rupiah Anjlok, Analis Soroti Kerentanan Pasar Keuangan Nasional Terhadap Asing

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga arus modal asing tetap masuk ke pasar keuangan Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Bank Indonesia memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market untuk tetap menarik aliran modal masuk ke instrumen aset domestik," kata Destry.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X