"Al-Azhar memperingatkan dunia tentang bahaya mengeksploitasi peristiwa global untuk menormalkan penghinaan terhadap agama, dan untuk mempromosikan penyakit masyarakat yang merusak dan memalukan seperti homoseksualitas dan transformasi seksual, dan menyerukan perlunya bersatu untuk menghadapi tren menyimpang dan rendah ini, yang bertujuan untuk mengecualikan agama dan mendewakan hasrat seksual yang merendahkan yang menyebarkan penyakit kesehatan dan moral, dan memaksakan cara kehidupan," lanjut pernyataan resmi tersebut.
Siaran upacara di TV diputus atau disensor di Aljazair, Maroko, dan Turki.
Seorang anggota parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa di Turki mengecam upacara tersebut sebagai LGBT, pedofil, dan propaganda setan.
Kelompok agama lain yang mengecam acara tersebut termasuk Dewan Gereja Timur Tengah, Majelis Ordinaris Katolik Tanah Suci, dan Dewan Tetua Muslim.***
Artikel Terkait
Tumbang 0-2 dari Uzbekistan, Timnas U-23 Punya Kesempatan Lolos ke Olimpiade Paris 2024 dengan Syarat
Dibungkam Uzbekistan di Semifinal Piala Asia U23, Shin Tae Yong Optimis Indonesia Lolos Olimpiade 2024
Link Live Streaming Indonesia vs Irak, Perebutan Posisi Ketiga Piala Asia U23 2024 Malam Ini
Nilai Transfermarket Thom Haye Mencapai Puluhan Miliar Rupiah
Rumput GBK Bikin Kenangan di Lututnya Thom Haye