SENAYANPOST - Airlangga Hartarto yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, sedang menjadi sorotan publik apalagi pengawalnya ancam tembak wartawan.
Menko Bidang Pereknomian, Airlangga Hartarto diperiksa Kejaksaan Agung, terkait kasus dugaan korupsi izin ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada Senin 24 Juli kemarin. Terjadi ketegangan antara wartawan dengan pengawal Airlangga Hartarto.
Hal itu karena pengawal Airlangga Hartarto mengancam hendak menembak awak media jika tak membukakan jalan untuk sang menteri.
Kronologi Pengawal Airlangga Hartarto Ancam Tembak Wartawan
Baca Juga: Partai Golkar Solid Dukung Capres Airlangga Hartarto, Pemilu 2024 Hadirkan 4 Paslon
Airlangga diperiksa selama 12 jam lebih oleh Kejagung. Ia tiba di Gedung Bundar Pidsus Kejagung sekitar pukul 08.24 WIB, dan baru keluar sekitar pukul 21.00 WIB dari ruang pemeriksaan.
Ketua Umum Partai Golkar ini kemudian memberikan keterangan pers terkait pemeriksaan yang dijalaninya. Namun keterangan pers dilakukan dengan sangat singkat oleh Airlangga Hartarto.
Airlangga Hartarto pun bergegas ke mobilnya meninggalkan Gedung Kejagung. Dia dikawal ketat oleh sejumlah pengawal yang sebagian berbaju putih dan sebagian lagi berbaju batik.
Namun saat Airlangga Hartarto berjalan menuju mobilnya, sejumlah wartawan mengerubunginya dan menanyakan hasil pemeriksaan oleh Kejagung.
Baca Juga: Tanggapan Golkar Usai Ridwan Kamil Digoda PDIP Jadi Cawapres Ganjar Pranowo
Pengawal Airlangga Hartarto lantas memberi perintah pada wartawan untuk tidak menghalangi jalan Airlangga sambil mengancam akan menembak.
"Woi! Buka jalan woi! Buka jalan! Gue tembak! Tembak lo!” teriak pengawal Airlangga, dikutip Senayan Post.
Setelahnya terdengar umpatan kasar yang juga dilontarkan oleh pengawal Airlangga Hartarto. Suasana bahkan sempat tegang sebelum akhirnya Airlangga Hartarto dan rombongan meninggalkan Gedung Kejagung.
Dibantah Kementerian Perekonomian