Belum lagi IDI memimpin para dokter untuk menjadi sales bagi pabrik obat. Peran BPOM pun menjadi tergantung dengan IDI. Seolah IDI yang menentukan seluruh hal terkait obat dan kesehatan. Padahal banyak bolong-bolong lainnya.
Indonesia tengah membangun health and wellness tourism dan bekerja sama dengan Mayo Hospital dan John Hopkins University, tanpa UU Kesehatan yang baru dipastikan program Kemenpar dan Kemenkes tak jalan.
Duit bejibun memnbuat IDI kalap. Maka tentu para kadrun di IDI tak akan tinggal diam. Mau judicial review juga silakan dan nggak bakalan menang. Di luar itu dokter anggota IDI pun akan pindah ke PDSI karena yang akan mengeluarkan rekomendasi dan sertifikasi keabsahan praktik kedokteran dan lain-lain Kemenkes. Bukan IDI lagi. Regulatornya ya Kemenkes.
Kini para tenaga kesehatan harus berterima kasih kepada Presiden Jokowi, DPR dan Kemenkes karena telah dibebaskan oleh tirani organisasi IDI. IDI sudah tidak bergigi. Saatnya masyarakat menyambut era baru.
Dokter diaspora siap pulang. Tak perlu lagi berobat ke Singapore dan Penang atau China. Para murid SMA brilian bisa jadi dokter tanpa tekanan dan biaya besar karena IDI. Pun universitas bisa membuka prodi kedokteran tanpa izin IDI. Wassalam IDI.