"Daripada nyinyirin gagasan orang, lebih baik kita menanam padi di sawah agar kita terbebas dari krisis pangan," ujarnya.
Baca Juga: Jalani Hubungan Beda Keyakinan, Wejangan Mahalini Buat yang Pacaran Beda Agama, Nggak Usah Berjuang!
Dengan begitu, Indonesia kembali berswasembada pangan dan tidak tergantung sepenuhnya dengan impor beras.
"Sehingga kita tidak berperang berebut beras di pasar dan membebaskan Indonesia dari impor beras," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Prabowo Subianto Menteri Pertahanan menyampaikan beberapa usulan perdamaian terkait Perang Rusia Ukraina.
Baca Juga: Resep Seblak Rafael SMASH yang Lagi Viral di TikTok, Dijamin Gurih dan Bikin Ketagihan!
Prabowo dalam forum di Singapura itu menyampaikan bahwa Rusia dan Ukraina harus berdamai demi kepentingan semua pihak.
Merinci lebih lanjut, Prabowo menyampaikan bahwa kedua belah pihak harus sepakat untuk melakukan gencatan senjata.
Kemudian Menhan juga mengusulkan zona demiliterisasi yang di dalamnya dilibatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB.
Kemudian PBB melakukan referendum kepada masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.
"Saya tidak mengatakan benar atau salah. Posisi Indonesia dalam agresi terhadap Ukraina jelas menentang," ungkapnya.
Ia juga mengharapkan peran aktif PBB untuk mendamaikan kedua negara yang sedang bertikai ini.
Baca Juga: Daftar Bonus Atlet SEA Games 2023, Jokowi Sampai Rogoh Kocek Hingga Rp289 Miliar
"Yang saya sampaikan adalah jalan keluar. PBB harus mengambil sikap untuk menyelesaikan perang ini agar tidak berlarut-larut," tandas Prabowo Subianto terkait usulan perdamaian dalam Perang Rusia Ukraina.***