"Gempa Mentawai M6,9 ini berdampak dan dirasakan di daerah Siberut, Mentawai dengan skala intensitas VI MMI, daerah Pasaman Barat, Padang Pariaman, Agam, dan Padang dengan skala intensitas V MMI," lanjutnya.
Baca Juga: Pembalapnya Mulai Berhasil Meraih Podium, Valentino Rossi Mulai Sesumbar
Hingga pukul 04.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya tujuh aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar M4,6
Sementara itu, pakar Gempa dari Universitas Andalas (Unand), Dr Badrul Mustafa mengatakan bahwa gempa bumi di atas tujuh magnitudo berpotensi menyebabkan Tsunami.
"Sebab, dari banyak peristiwa Tsunami yang terjadi pada umumnya, kekuatan gempanya tujuh ke atas," kata Badrul.
Baca Juga: Jadwal Rilis dan Prediksi Manga One Piece Chapter 1082: Pertarungan Garp vs Aokiji Berlanjut!
Setelah Gempa mengguncang Mentawai, analisis BMKG menunjukkan bahwa terjadi Tsunami setinggi 11 cm di Tanah Bala.
Badrul menambahkan bahwa gempa tektonik yang terjadi di Kepulauan Mentawai tersebut tergolong dangkal, yakni pada kedalaman 23 kilometer dan berada di zona Megathrust Mentawai.
Apabila kekuatan gempa melebihi M7,0 tidak menutup kemungkinan terjadi gelombang Tsunami yang lebih besar.
"Biasanya kalau terjadi Tsunami (di bawah M7,0) biasanya kecil dan itu betul seperti yang dilaporkan BMKG," jelasnya.***