Menurut Daryono, aktivitas gempa susulan juga dapat dipengaruhi oleh sejumlah mekanisme lain, antara lain dynamic triggering, perubahan tekanan pori, serta deformasi yang terjadi setelah gempa utama.
"Aktivitas aftershock umumnya mengalami peluruhan terhadap waktu mengikuti pola Omori-Utsu yang bersifat nonlinier," kata dia.
Baca Juga: NTT Pasca Gempa: Seskab Teddy Kawal Pemberangkatan Bantuan Logistik Sebanyak 65 Ton
Ia menambahkan bahwa proses pascagempa juga dapat dipengaruhi oleh dynamic triggering, perubahan tekanan pori, serta deformasi pascagempa.
BMKG sebelumnya mencatat gempa M7,7 yang mengguncang Flores terjadi pada 15 Agustus 2026 dan bersumber dari mekanisme sesar naik pada Flores Back-Arc Thrust. Hingga 20 Agustus pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat 3.394 gempa susulan dengan magnitudo antara M1,1 hingga M6,2.
Rangkaian gempa tersebut menunjukkan bahwa aktivitas tektonik di sekitar sumber gempa masih berlangsung sehingga pemantauan terhadap gempa susulan tetap diperlukan.***