nasional

Kemenhut Minta Penanganan Karhutla Banjarbaru Dilanjutkan dengan Kajian Pascapemadaman

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:03 WIB
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meminta penangangan karhutla di Banjarbaru Kalimantan Selatan dilanjut dengan kajian pascapemadaman. (BNPB)

Namun, pelaksanaannya masih terkendala kondisi awan yang belum mendukung.

Di sisi lain, dukungan dari dunia usaha telah berjalan. Salah satunya HRB yang mengerahkan regu pemadam untuk membantu menangani karhutla di wilayah Pengayuan dan Liang Anggang, Banjarbaru.

Baca Juga: Kebakaran Tempat Pembuangan Sampah Kramat Jati, Satu Petugas Pemadam Meninggal Dunia

Sekitar 1.700 Hektare Lahan Terbakar

Dari sektor kehutanan, Kepala Bidang Pengelolaan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Dinas Kehutanan Kalsel Rudiono Herlambang mengatakan penanganan karhutla terus dilakukan melalui Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla), Tenaga Kontrak Pengamanan Hutan (TKPH), dan Polisi Kehutanan.

Personel Dinas Kehutanan Kalsel juga dikerahkan untuk melakukan pemadaman di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang.

Menurut Rudiono, kawasan Ring 1 Bandara, Hutan Lindung Liang Anggang, dan Pengayuan menjadi sejumlah titik yang mendapat perhatian khusus karena memiliki tingkat kerawanan karhutla yang tinggi.

Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor agar kebakaran dapat segera dikendalikan.

Baca Juga: Kebakaran Landa Hotel Pullman Jakbar, Tujuh Puluh Personel Damkar Diterjunkan

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru Marhain Rahman menyebut sekitar 1.700 hektare lahan diperkirakan telah terbakar di wilayah Banjarbaru.

Dari luasan tersebut, sekitar 160 hektare telah berhasil dipadamkan. Kondisi bahan bakar di lapangan menjadi salah satu faktor yang membuat api dapat menyebar dengan cepat.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman.

Evaluasi pascakebakaran, penguatan koordinasi, serta upaya pencegahan menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko kebakaran berulang.***

Halaman:

Tags

Terkini