Lapor ke RT dan Polsek Jagakarsa
Setelah insiden itu, pihak sekolah langsung melaporkannya kepada ketua RT dan Polsek Jagakarsa.
Atas arahan kepolisian, seluruh siswa tetap berada di lapangan sebelum akhirnya dipulangkan secara bertahap, demi alasan keselamatan.
Baca Juga: Malam Puncak HUT Jakarta Digelar Sabtu, Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatif
"Sambil itu saya melapor kepada ketua RT dan Polsek. Kami juga mendapat imbauan dari kepolisian agar anak-anak tetap berada di lapangan dan tidak masuk ke kelas," ujar Subekhi.
Guru di SDN Srengseng itu lantas menyoroti, pesan ancaman yang diterima pegawai TU dan guru kelas I itu berisi ancaman sejumlah titik berbahaya di lingkungan sekolah.
Polisi: Anak-anak Sudah Dievakuasi
Dalam kesempatan lain, Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi menyatakan pihaknya telah menerima laporan kasus itu sekitar pukul 07.30 WIB.
Polisi kemudian mengevakuasi seluruh siswa dan guru sebelum melakukan sterilisasi area sekolah.
Baca Juga: PN Jakarta Timur Jadwalkan Sidang Perdana Dokter Tifa Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi
"Anak-anak sudah dievakuasi, kita arahkan keluar sekolah dulu," kata Nurma di Jagakarsa, pada Senin, 13 Juli 2026.
Atas laporan tersebut, kini proses penyisiran telah melibatkan Tim Gegana Brimob, Densus 88 Anti Teror, Tim Inafis, hingga Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan di wilayah setempat.***