Di sisi lain, mahasiswi Unair itu juga tidak membantah sempat menolak dituduh melakukan tindakan tersebut.
Diketahui, YIP pada awalnya sempat membuat alibi dana yang digunakan olehnya akibat kesalahan transfer.
Kini, mahasiswi Unair itu mengakui penggunaan uang sebesar Rp103 juta tersebut dilakukan secara sadar.
YIP menyadari, dalih itu mendorong dirinya tidak bisa menjaga amanah dengan baik saat peristiwa terjadi.
"Saya mengakui bahwa, saya telah melakukan tindakan penyalahgunaan amanah dengan menggunakan dana organisasi untuk kepentingan pribadi yang dilakukan secara sadar. Hal ini tidak dapat dibenarkan," jelasnya.
YIP lantas menegaskan, dirinya siap menerima seluruh konsekuensi atas kesalahan tersebut.
Terlebih, kasus dugaan penggelapan dana ini dinilai telah mencoreng citra positif dan nama kampus Unair.
"Saya menerima seluruh konsekuensi yang diberikan oleh pihak kampus dan bertanggung jawab penuh atas perbuatan tersebut tanpa melibatkan pihak lainnya," tegasnya.***