nasional

Kantor BGN ‘Disegel’ Masyarakat, Massa Desak Evaluasi Pelaksanaan MBG

Kamis, 11 Juni 2026 | 10:52 WIB
Gedung BGN digeruduk massa yang meminta audit pelaksanaan MBG (Threads/maureenicious)

SENAYANPOST - Sejumlah pendemo menggeruduk gedung kantor Badan Gizi Nasional (BGN), yang berlokasi di Tugu Tani, Jakarta Pusat untuk melakukan aksi pada Rabu, 10 Juni 2026.

Aksi tersebut dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat, yang tergabung dalam Koalisi MBG Watch.

Dalam aksi tersebut, massa mendesak agar ada tindakan evaluasi dan audit yang dilakukan untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu video yang beredar di media sosial Threads diunggah oleh akun @maureenicious menunjukan massa yang berkumpul di depan gedung BGN.

Baca Juga: Fakta di Balik Skandal Dugaan Penipuan Rp218 M terhadap Investor Dapur MBG, Sikap Kepala BGN Disorot

“Lewat Kebon Sirih, ternyata gedung Badan Gizi Nasional ‘disegel.’ Makasih masyarakat yang beraksi, aku bantu bunyiin klakson tadi,” tulisnya dalam unggahan video.

Terlihat tali kuning layaknya police line, membentang di depan tulisan penanda gedung BGN.

Kemudian, beberapa poster kecil pun tampak terpasang dengan berbagai tulisan, di antaranya seperti, “Gedung ini kami segel,’ ‘Rombak total MBG,’ ‘Audit MBG,’ dan lainnya.

Tak hanya massa yang langsung turun di depan gedung, terungkap bahwa ajakan dukungan aksi pun bisa diberikan dengan membunyikan klakson bagi pengendara yang lewat.

“Pantesan ramai klaksonnya,” imbuhnya.

Saat massa berkumpul, beberapa diantaranya sambil membunyikan alat-alat dapur yang sebelumnya diimbau untuk dibawa.

“Kalau suara kami masih juga tidak didengar, maka kami turun ke jalan. Ayo makin berisik. Bawa panci, sutil, dan struk belanjaan,” tulis imbauan dalam unggahan MBG Watch.

Sementara dalam video unggahan di akun Instagram @mbg.watch, salah satu orator aksi menyoroti anggaran makan penerima manfaat dengan anggaran lain-lain yang diterima para pimpinan.

“Fakta hari ini, semua pengadaan BGN tidak relate dengan penerima manfaat. Warga penerima manfaat menikmati Rp8.000-Rp10.000, tapi mereka yang ada di dalam menikmati hotel, hidangan mewah, perjalanan dinas,” ujar orator aksi tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini