SENAYANPOST - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri, segera mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan warga negara Indonesia yang diculik Israel penjajah dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla.
Dalam pernyataannya, HNW mengecam tindakan Israel yang menangkap peserta misi kemanusiaan, termasuk dua wartawan Indonesia dari Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.
"Perjalanan kedua wartawan tersebut merupakan bagian dari tugas jurnalistik dan aksi kemanusiaan yang seharusnya dilindungi hukum internasional," kata HNW dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (18/5).
Sampai berita ini dibuat, diketahui ada satu aktivis dan empat jurnalis yang diculik oleh tentara pendudukan Israel.
Baca Juga: Dubes Palestina Ceritakan Kejamnya Israel Serang Desa dan Kota Palestina dengan Pesawat dan Artileri
Ia menilai penahanan terhadap para peserta misi kemanusiaan merupakan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan universal dan kebebasan sipil.
"Tindakan Israel yang kembali menangkap dan menahan aktivis kemanusiaan wajib dikecam keras oleh masyarakat internasional," ujarnya.
HNW meminta pemerintah Indonesia bergerak cepat untuk memastikan keselamatan dan pembebasan para WNI yang ditahan.
Menurut dia, langkah tersebut merupakan amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam UUD 1945, yakni kewajiban negara melindungi seluruh warga negara Indonesia di mana pun berada.
"Pemerintah harus memastikan keselamatan warga negaranya, termasuk yang berada di luar negeri," katanya.
Selain mendorong langkah diplomatik melalui Kementerian Luar Negeri, HNW juga meminta Indonesia memperkuat koordinasi dengan negara-negara lain yang warganya ikut ditahan Israel.
Baca Juga: Dapat Mandat dari Presiden Prabowo, BAZNAS Ajak Lembaga Filantropi Bersatu Bantu Palestina
Ia menilai komunikasi dengan organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) penting dilakukan untuk membangun tekanan internasional terhadap Israel.