nasional

Di Balik Aksi Lempar Ular di Pendopo Bupati Indramayu, Ada Gaya Kepemimpinan Lucky Hakim yang Dikritik Warganya

Sabtu, 9 Mei 2026 | 09:05 WIB
Viralnya aksi unjuk rasa di kantor Bupati Indramayu, Lucky Hakim yang diwarnai pelemparan ular oleh massa (Instagram.com/@kualimerahputih)

SENAYANPOST - Aksi unjuk rasa di Pendopo atau Kantor Bupati Indramayu viral di media sosial, usai aksi pelemparan ular dilakukan oleh pendemo.

Dalam unggahan Instagram @kualimerahputih, terlihat puluhan ular dilemparkan pendemo yang diduga dikomandoi oleh Aliansi Topi Jerami.

Aksi pelemparan ular itu terjadi, lantaran massa unjuk rasa tidak kunjung dapat menemui secara langsung Bupati Indramayu, Lucky Hakim.

"Tak bisa temui Lucky Hakim, massa luapkan kekecewaan dengan lempar ular ke arah polisi," demikian tertulis dalam postingan tersebut.

Baca Juga: Viral Pemudik Indramayu Ketinggalan Mobil Keluarganya di Rest Area Tol Cipali hingga Diantar Polisi Pakai Moge

Suasana di depan Pendopo Kabupaten Indramayu sempat mendadak riuh, saat puluhan ekor ular meluncur ke arah barisan penjagaan aparat keamanan.

Massa dilaporkan datang membawa 'rapor merah' dalam aksi tersebut, di antaranya terkait isu lingkungan, pendidikan, hingga ekonomi di wilayahnya, pada Kamis, 7 Mei 2026.

Di sisi lain, aksi pelemparan ular itu juga diklaim sebagai metafora tajam atas kekecewaan warga terhadap pemimpin daerahnya.

Menurut Rakhmat Hidayat, Koordinator aksi dalam orasinya menegaskan, simbol ular merupakan kritik balik terhadap gaya kepemimpinan Lucky Hakim yang dinilai lebih mengedepankan seremoni daripada eksekusi solusi nyata.

"Simbol lempar ular ini adalah bentuk kritik kami, terhadap kebijakan yang selama ini terkesan hanya simbolis," beber Rakhmat.

"Masyarakat membutuhkan solusi yang benar-benar dirasakan dampaknya, bukan sekadar caper (cari perhatian) di depan kamera," tambahnya.

Dalam unjuk rasa ini, Rakhmat secara spesifik menyinggung aksi Bupati Lucky Hakim yang sempat terekam kamera melempar ular ke sawah sebagai simbol penanganan hama.

Bagi pihaknya, Rakhmat menilai langkah itu justru kontras dengan realitas lapangan, terkhusus soal pengelolaan lingkungan hidup yang dinilai masih carut-marut.

"Salah satu poin krusial yang disoroti massa adalah kegagalan pengelolaan sampah," tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini