Selain itu, mereka menilai data dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pemerintah daerah tidak selaras dengan fakta di lapangan.
"Program yang diklaim sukses di atas kertas seringkali berbanding terbalik dengan apa yang dialami warga di bawah," beber Rakhmat.
Di tengah ketegangan akibat lemparan ular tersebut, pihak kepolisian dilaporkan telah bergerak cepat melakukan pengamanan.
Ular-ular yang dilepaskan massa dalam unjuk rasa ini, diketahui merupakan jenis Xenochrophis vittatus atau sering disebut sebagai ular kisik, dan ular sawah alias Hypsiscopus plumbea.
Meski tergolong tidak berbisa, tindakan tersebut sempat memicu reaksi petugas melalui pengeras suara guna memastikan ketertiban.
Setelah pengamanan di lokasi, Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno menyebut seluruh ular yang dilepaskan telah diamankan oleh petugas gabungan.
Dalam kasus ini, polisi memastikan secara keseluruhan, jalannya penyampaian aspirasi tersebut berakhir tanpa insiden kekerasan.
"Alhamdulillah, unjuk rasa berjalan kondusif hingga selesai," jelas Tarno.
"Puluhan ular yang dilemparkan sudah langsung ditangkap dan diamankan oleh petugas," tandasnya.***
Artikel Terkait
Jokowi Bantah Orang Istana Jadi 'Backing' Ponpes Al Zaytun Indramayu: Ndak Lah!
Masalah Ponpes Al Zaytun Indramayu Diserahkan ke Pemerintah Pusat, Ridwan Kamil: Kalau Tidak Ada Halangan...
Panji Gumilang saat Tabayun ke Gedung Sate Perihal Ponpes Al Zaytun Indramayu: Kalau Begini Nggak Paham
Ketua Forum Indramayu Menggugat Dicecar Polisi 11 Pertanyaan Terkait Ponpes Al Zaytun
Viral Pemudik Indramayu Ketinggalan Mobil Keluarganya di Rest Area Tol Cipali hingga Diantar Polisi Pakai Moge