nasional

Hasil Sidang Isbat Kemenag: Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah Jatuh pada 19 Februari 2026

Rabu, 18 Februari 2026 | 16:01 WIB
Pemerintah melalui Kemenag umumkan hasil sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada 19 Februari 2026. (Tangkapan layar YouTube Kementerian Agama)

Berdasarkan data hisab, tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia berada pada rentang -2° 24' 43" (-2,41°) hingga -0° 55' 41" (-0,93°). Sementara itu, elongasi Bulan–Matahari tercatat antara 0° 56' 23" (0,94°) hingga 1° 53' 36" (1,89°).

"Di seluruh wilayah NKRI, posisi hilal tidak memenuhi kriteria imkan rukyat MABIMS," kata Cecep.

Baca Juga: Di Tengah Popularitas Padel, Viral Warga di Haji Nawi Jakarta Selatan Keluhkan Gangguan Suara Bising dari Lapangan

"Oleh karena itu, hilal menjelang awal Ramadan 1447 H pada hari rukyat ini secara teoritis diprediksi mustahil dapat dirukyat, karena posisinya masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam," paparnya.

Kriteria visibilitas hilal atau imkan rukyat ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yakni tinggi minimum 3 derajat dan elongasi minimum 6,4 derajat.

1 Ramadan 1447 Hijriah Menurut Muhammadiyah

Sementara itu, Muhammadiyah sudah lebih dulu menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Selain awal puasa, Muhammadiyah juga telah menetapkan bahwa Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026.***

Halaman:

Tags

Terkini