Salah satu warga lainnya menambahkan bahwa masih banyak toko yang belum buka, jadi tak bisa membeli air minum untuk dikonsumsi.
“Kami air yang krisis. Beli belum ada yang buka kedai,” tambahnya.
Ia mengatakan dulu banyak orang yang melintas mampir untuk memberi bantuan air minum, tapi sekarang sudah berkurang.
“Dulu banyak orang-orang motoran dikasih, sekarang udah kurang bantuan airnya. Sekarang nggak ada lagi,” imbuhnya.
Warga tersebut membenarkan bahwa sekarang ini banyak bantuan air minum yang dikirim ke pelosok dan daerah kota sudah tidak mendapatkannya lagi.***