nasional

Anies Baswedan Sayangkan Invasi AS dan Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Sebut Diplomasi Multilateral Makin Lemah

Senin, 5 Januari 2026 | 22:04 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sayangkan invasi AS ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro. (X.com/@aniesbaswedan)

SENAYANPOST - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengomentari insiden invasi Amerika Serikat (AS) dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro belum lama ini.

Diketahui, penangkapan Presiden Venezuela itu berlangsung pada 3 Januari lalu, Maduro ditangkap bersama istrinya Cilia Flores.

Saat ini, Maduro dan Flores sudah tiba di AS dan ditahan di badan narkotika di Kota New York.

"Serangan militer AS terhadap Venezuela sangat disayangkan, karena bertentangan dengan prinsip-prinsip kedaulatan dan multilateralisme yang telah lama diperjuangkan Amerika," tulis Anies Baswedan pada 3 Januari 2026, dikutip SenayanPost.com dari X @aniesbaswedan.

Baca Juga: Peran Intelijen AS dalam Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Ternyata Sudah Direncanakan Berbulan-bulan Lalu

Menurutnya, tindakan kontroversial AS ini menimbulkan pertanyaan serius terkait Paman Sam sebagai penjaga demokrasi global.

"Sebagai negara yang mengklaim sebagai penjaga demokrasi global, tindakan unilateral ini menimbulkan pertanyaan serius tentang konsistensi prinsip-prinsip tersebut, terutama di dunia multipolar saat ini di mana pengaruh Rusia dan Tiongkok di Amerika Latin semakin kuat," lanjutnya.

Apa yang dilakukan AS bisa memicu ketidakstabilan yang meluas. Ini juga memaksa negara-negara seperti Indonesia untuk berpikir ulang soal kepentingan nasionalnya.

"Hal ini berisiko memicu ketidakstabilan yang meluas, memaksa negara-negara seperti Indonesia untuk menavigasi kepentingan nasional kita secara lebih strategis, daripada sekadar mengikuti arus ideologis," ungkapnya.

Lebih lanjut, Anies melihat bahwa insiden ini menjadi preseden khususnya untuk negara-negara Selatan (Global South) bagaimana mereka mengelola sumber dayanya.

Baca Juga: Kronologi Operasi Absolute Resolve, Rencana AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro

"Apa yang terjadi pada Venezuela juga menjadi preseden bagi negara-negara berkembang lainnya. Ini melampaui pelanggaran kedaulatan. Ini adalah upaya yang disengaja untuk membatasi kebebasan negara-negara Selatan untuk mengelola sumber daya mereka sendiri," terangnya.

Oleh karena itu, Anies mengajak untuk memperkuat solidaritas antara negara-negara Selatan dengan prinsip non-intervensi.

"Kita harus memperkuat solidaritas di antara negara-negara berkembang untuk melindungi prinsip-prinsip non-intervensi yang telah lama kita perjuangkan," ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini