Lebih lanjut, karena tak ada gas, warga memasak menggunakan kayu bakar.
"Nggak ada apa-apa lagi, tinggal yang ada di badan. Ini mulai dibersihin kan sedikit-sedikit, yang penting selamat. Harta masih bisa dicari, cuma nyawa yang terbatas," pungkasnya.***