"Korban minta tolong dibantu, dia malah lari, itu masalahnya," tegas Mualem.
Terkait dengan proses evakuasi korban di Aceh Tamiang, BNPB sebelumnya melaporkan akses menuju daerah pedalaman di wilayah tersebut kini telah dapat ditembus dari jalur darat.
BNPB: Aceh Tamiang Sudah Bisa Ditembus
Secara terpisah, BNPB melalui Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari memberikan penjelasan mengenai kondisi terkini di Aceh Tamiang.
Baca Juga: Upaya Penyaluran Bantuan di Aceh Terbatas, 42 Titik Jalan dan Jembatan Putus Ganggu Akses Utama
Muhari menyatakan, jalur darat sudah mulai terbuka dan logistik kini mulai mengalir masuk ke wilayah tersebut.
"Aceh Tamiang sudah bisa ditembus dari Langkat dan Sumatera Utara," kata Muhari dalam keterangan resminya, pada Sabtu, 6 Desember 2025.
BNPB mengklaim, perbaikan dan distribusi bantuan sudah dikebut di dua kabupaten terdampak.
Di sisi lain, suplai Bahan Bakar Minyak (BBM), logistik, hingga dukungan infrastruktur kelistrikan terus bergerak ke lokasi.
PLN juga disebut memasok genset untuk operasional darurat. Menurut BNPB, genset akan dioptimalkan agar operasional RSUD yang sudah mulai dibersihkan dapat segera beroperasi penuh.
Baca Juga: Upaya Pemulihan Aceh Tamiang Dipercepat: Akses Dibuka, Bantuan Dikirim Lewat Sungai dan Airdrop
Duka di Aceh Tamiang
Bagi yang belum tahu, Aceh Tamiang menjadi salah satu kabupaten terparah imbas bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh.
Dalam kesempatan berbeda, Mualem sempat meninjau langsung titik kerusakan, termasuk jembatan utama penghubung Nagan Raya dan Aceh Tengah yang putus diterjang banjir bandang pada Jumat, 5 Desember 2025.
Dari udara, Gubernur Aceh itu menyaksikan sejumlah kampung yang hancur, bahkan sebagian rumah warga kini berada di tengah aliran sungai karena sungai yang meluas.