“Bukan berarti akun-akun itu pasti pelakunya. Tapi mereka bisa jadi titik awal untuk diperiksa," terang Ferry.
Menurut Ferry, penelusuran digital bisa melengkapi kerja aparat, sekaligus mencegah penyelidikan hanya bergantung pada asumsi atau klaim sepihak.
"Itu cara kerja intelijen seharusnya, bukan sekadar menyebut nama-nama besar tanpa dasar,” tambahnya.
Baca Juga: Sisi Gelap MBG Dikuliti Dokter Tan Shot Yen, Rekrut Ahli Gizi Baru Lulus, HACCP Tak Paham
Misteri yang Masih Belum Terjawab
Pada akhirnya, tiga perspektif berbeda itu belum menjawab siapa sosok dalang kerusuhan Agustus 2025.
Hingga kini, Polri masih menelusuri aliran dana untuk mengusut tuntas dalang di balik kerusuhan demonstrasi pada akhir Agustus 2025 lalu.
Di sisi lain, publik masih menunggu kelanjutan kisah persembunyian si mastermind yang disebut-sebut telah mengatur kerusuhan hampir serentak dalam peristiwa tersebut. ***