nasional

CBA Desak Kemenkeu–Peruri Transparan Soal Mesin Cetak Uang, Imbas Dugaan Mahar Khusus Kaesang

Selasa, 23 September 2025 | 09:58 WIB
Ucok Sky Khadafi (Rmol.id)

SENAYANPOST - Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menuntut Kementerian Keuangan dan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) transparan soal jumlah mesin percetakan uang yang beroperasi di Indonesia.

Pernyataan ini muncul setelah tiga tahun beredar dugaan bahwa uang mahar pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono pada tahun 2022 menggunakan pecahan rupiah dengan nomor seri yang dianggap terlalu "kebetulan".

Uchok menyoroti tiga nomor seri pada pecahan Rp100 ribu yang disebut memiliki kaitan erat dengan tanggal penting keluarga Kaesang.

Baca Juga: Kasus Pembobolan Rekening Dana Nasabah Jadi Tanggung Jawab Siapa?

Nomor seri tersebut adalah KSE101222 (tanggal pernikahan Kaesang-Erina, 10 Desember 2022), ESG111296 (tanggal lahir Erina, 11 Desember 1996), serta KSP251294 (tanggal lahir Kaesang, 25 Desember 1994).

“Mana mungkin nomor seri itu kebetulan? Hal ini menimbulkan dugaan bahwa ada pencetakan khusus. Karena itu, Peruri dan Kemenkeu harus memberikan penjelasan,” tegas Uchok, Senin 15/9.

CBA juga mengklaim mendapat informasi bahwa Peruri memiliki mesin M1 dan M2 untuk percetakan resmi, sementara ada dugaan keberadaan mesin M3 dan M4 di institusi tertentu di luar Peruri.

Baca Juga: Panglima TNI Sampaikan Permohonan Maaf Apabila HUT Ke-80 TNI Mengganggu Lalu Lintas

“Kalau memang benar, hanya Peruri dan Kemenkeu yang bisa menjawab dugaan ini,” tambahnya.

Dilansir detikFinance, Sabtu (17/12/2022) Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono menjelaskan bahwa uang tersebut bukan dicetak secara khusus.

"Uang yang sudah dicetak itu kan ada nomor serinya, kebetulan ada yang cocok. Jadi, ya sudah ya itu kemudian ditukarkanlah uang itu dengan nomor seri yang cocok," ucap Erwin pada tahun 2022.

Selain itu, Uchok menyinggung keterlibatan perusahaan tinta asal Swiss, SICPA, yang memasok tinta pengaman untuk uang di banyak negara.

Menurutnya, Indonesia juga perlu menyelidiki kemungkinan adanya kecurangan perusahaan tersebut dalam penyediaan tinta cetak uang.

Baca Juga: Tito Karnavian Tegaskan Industrialisasi Pertanian Kunci RI Keluar dari Middle Income Trap

Halaman:

Tags

Terkini