nasional

Lahir 17 Plus 8 Tuntutan Rakyat Usai Aksi Demo Agustus 2025, Tom Lembong Analogikan Jadi Sebutir Beras untuk sang Raja

Minggu, 14 September 2025 | 21:34 WIB
Mantan Mendag Tom Lembong tanggapi aksi demo Agustus 2025 yang melahirkan 17 plus 8 tuntutan rakyat yang viral di medsos. (Instagram.com/@tomlembong)

SENAYANPOST - Eks Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Thomas Trikasih Lembong atau akrab disapa Tom Lembong, ikut angkat suara soal tuntutan 17 plus 8 yang mencuat setelah aksi demo Agustus 2025 lalu.

Tuntutan 17 plus 8 sendiri muncul sebagai rangkuman aspirasi massa setelah aksi demonstrasi besar yang salah satunya menuntut adanya perubahan dalam sistem pemerintahan RI.

Hal tersebut hingga kini menjadi bahan perbincangan publik, terkhusus oleh pengamat politik di Tanah Air.

Perihal itu, Tom Lembong menilai tuntutan 17 plus 8 bisa menjadi langkah awal menuju perubahan sistem pemerintahan di Indonesia.

Baca Juga: AM Hendropriyono Tanggapi Pemberian Amnesti dan Abolisi Prabowo kepada Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto: Itu adalah Wajah Dewasa Demokrasi Kita

Dalam siniar YouTube Raymond Chin yang tayang pada Jumat, 12 September 2025, Tom menyebut munculnya aspirasi itu adalah momentum yang tidak bisa dianggap sepele.

"Saya melihat tuntutan 17 plus 8, itu langkah awal yang baik. Tentu, setelah langkah pertama, akan ada langkah kedua, ketiga, dan keempat," sebutnya.

Tom Lembong menekankan, proses perubahan harus dilakukan secara bertahap dan konsisten.

Menurutnya, terkait suara masyarakat, audiens, dan teknologi adalah modal penting yang bisa mendorong lahirnya perbaikan dalam sistem pemerintahan.

"Jadi menurut saya, mari kita mulai dari mana kita berada, lalu kita gunakan apa yang kita miliki. Kalau dilakukan terus-menerus, perubahan itu akan terjadi dengan sendirinya," imbuh Tom Lembong.

Baca Juga: Eks Menag Lukman Hakim Ungkap Prabowo Setujui Pembentukan Tim Investigasi Independen, Bakal Usut Demo Agustus 2025

Untuk menggambarkan pentingnya perubahan bertahap, Tom Lembong lantas menganalogikan perubahan tersebut dengan sebuah dongeng tentang peristiwa dalam papan catur yang memiliki 64 kotak.

Dalam ceritanya, Tom mengisahkan seorang raja yang menawarkan hadiah apapun kepada penasehatnya agar kerajaan dapat berdiri dengan kokoh.

"Penasihat itu bilang, ‘saya hanya minta satu butir beras di kotak pertama, dua di kotak kedua, empat di kotak ketiga, dan seterusnya’," kata Tom menuturkan cerita tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini