"Pagi sekitar pukul 07.43 WIB, Tari tampak aktif, bermain seperti biasa, dengan nafsu makan normal, feses baik, serta tanpa tanda kelemasan. Hanya saja intensitas menyusu yang sedikit berkurang. Kondisi sore hari sekitar pukul 17.00 WIB juga tetap stabil tanpa gejala sakit," lanjutnya.
Namun pada Rabu, 10 September 2025, sekitar pukul 08.00 WIB, mahout yang bertugas mendapati Tari dalam keadaan berbaring tanpa gerakan dan segera dinyatakan mati.
Selanjutnya mahout menghubungi dokter hewan untuk memeriksa Tari.
"Mahout kemudian menghubungi drh. Teguh untuk melakukan pemeriksaan fisik," lanjutnya.
Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa tidak ada luka atau trauma pada tubuh, namun bagian perut sedikit menggembung.
"Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak adanya luka atau trauma pada tubuh, namun perut terlihat sedikit menggembung. Untuk memastikan penyebab kematian, dokter melakukan tindakan nekropsi atau bedah bangkai dan mengambil sampel organ untuk pemeriksaan laboratorium. Sampel tersebut akan dikirim ke Bogor untuk dianalisis lebih lanjut," jelasnya.***