nasional

Pesan AM Hendropriyono Terkait Kasus Penyerbuan Retret Pelajar Kristen di Sukabumi

Rabu, 2 Juli 2025 | 18:11 WIB
Mantan Kepala BIN Jendral (Purn) AM Hendropriyono (Senayan Post)

SENAYANPOST - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara, Jendral (Purn) AM Hendropriyono prihatin, atas kejadian main hakim sendiri oleh sekelompok masyarakat yang menyerbu retret pelajar Kristen dj Sukabumi, Jawa Barat.

Sebagai Veteran Pembela RI, atas nama para orang tua (Senior Citizen) Prof Dr Jenderal TNI (Purn) Abdullah Mahmud Hendropriyono menyampaikan, keprihatinan yang mendalam atas insiden penyerangan terhadap warga yang sedang menjalani retret keagamaan di daerah Sukabumi.

"Perbuatan kalian anak-anakku yang merusak dan mengusir peserta retret bukan sekadar pelanggaran pidana atas perusakan fisik saja, melainkan juga merupakan tindakan anarkis liar yang melecehkan hak konstitusional warga negara untuk beribadah sesuai keyakinan (Pasal 29 ayat 2 UUD 1945) mereka.)," ungkap Hendropriyono, dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi Senayan Post.

Lebih lanjut Hendropriyono menjelaskan bahwa, perbuatan main hakim sendiri seperti itu berarti telah mendegradasi peran negara, mencederai nilai Pancasila, serta mengancam harmoni sosial dan integritas kebangsaan.

Baca Juga: AM Hendropriyono Prihatin soal Penyerbuan Retret Pelajar Kristen di Sukabumi: Bentuk Degradasi Supremasi Hukum

Bahkan sebagai pakar intelijen, Hendropriyono mengajak kita mengingat pesan Presiden Prabowo, agar selalu menggalang persatuan, karena kita sedang berada dalam situasi dan kondisi geopolitik yg sangat rawan.

AM Hendropriyono pun mengingatkan bahwa, jangan begitu mudah terhasut oleh provokasi atau penunggangan terhadap konflik di antara kita oleh intelijen negara asing.

"Perbuatan kalian sebenarnya tidak sederhana, karena merupakan bentuk intoleransi, yang merundung kebebasan beragama dan ketertiban umum," tegas Hendropriyono.

Lebih lanjut, AM Hendropriyono mengatakan bahwa, generasi penerus bangsa yang tercinta, jangan kita merusak agama kita sendiri dengan perilaku yang anarkis dengan jubah agama. Sebagai bangsa yang beradab kita wajib memperkuat nilai-nilai hukum dan kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa.

Baca Juga: Tanggapi AM Hendropriyono, Pejabat Kepresidenan Palestina Ungkap Hamas Mulai Ditinggalkan Rakyat Palestina

"Negara tidak mungkin akan absen ketika keadilan diinjak-injak di depan mata. Kejahatan atas nama mayoritas tetaplah merupakan kejahatan. Jangan kalian mengumbar hawa nafsu dg membuat derita pada orang lain, shg akhirnya nanti dengan menyesal harus berhadapan dengan negara,"

"Negara akan menjaga agar keadaan hari ini tidak menjadi preseden kelam di masa depan. Karena jika negara tidak hadir dalam membela warga yang lemah, maka bukan hanya hukum yang hancur, tapi juga hati nurani bangsa," ujar Hendropriyono.

Sebagaimana diketahui, telah terjadi aksi pembubaran retret pelajar Kristen di Sukabumi yang terjadi pada Sabtu, 28 Juni 2025 di sebuah villa di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Sukabumi.

Video aksi intoleransi tersebut pertama kali viral saat diunggah dalam akun Instagram @sukabumi_satu.

Halaman:

Tags

Terkini