"Penjual es teh spesialis pengajian, ke mana-mana ngaji," ujar Gus Miftah seraya menunjuk Sunhaji di hadapan wartawan.
Baca Juga: Reaksi Presiden Prabowo dan Partai Gerindra Setelah Mendengar Kasus Gus Miftah
Menanggapi permintaan maaf tersebut, Sunhaji menyatakan bahwa ia sudah memaafkan Gus Miftah dan tidak menganggap masalah tersebut lebih lanjut.
"Saya sudah memaafkan (Gus Miftah)," ujar Sunhaji.
Sunhaji juga merasa bangga karena Gus Miftah mau mengadakan pengajian di desa tempat tinggalnya.
"Saya merasa bangga kedatangan Gus Miftah. Gus Miftah mau ngaji di tempat ini (Desa Banyusari, Kecamatan Grabag) sebelum tanggal 17 Desember," ungkapnya.
Baca Juga: Sederet Agenda Jamselinas XIII, Tanam Pohon sampai Gala Dinner
Boy Candra: Maaf Tidak Selalu Menghapus Luka
Paska kejadian ini, penulis terkenal Boy Candra membagikan sebuah kutipan puitis di akun Instagram-nya yang turut mengomentari peristiwa tersebut.
Dalam unggahannya pada Rabu, 4 Desember 2024, Boy Candra menulis,
"Memaafkan mungkin menenangkan badai, tapi tidak benar-benar menghilangkan luka."
Kutipan ini menarik perhatian netizen, yang melihatnya relevan dengan kasus ejekan Gus Miftah terhadap penjual es teh bakul.
Banyak yang memberikan komentar, mengungkapkan bahwa meskipun permintaan maaf sudah disampaikan, rasa sakit akibat ejekan tersebut tidak bisa hilang begitu saja.
Baca Juga: Event Sepeda Lipat, Jamselinas 2024 Bakal Bikin Ramai Kota Malang, 3 Ribu Pesepeda Ikut Gowes
"Padahal sakitnya sampai nyesek," tulis seorang netizen dengan akun Instagram @lutvia.dewi.
"Berlapang dada demi tuan yang tertawa jumawa," ungkap netizen lainnya melalui akun @mierza.chania.