"Dengan 48 menteri, lima kepala lembaga, dan 56 wakil menteri, ukuran kabinet ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk menjawab tantangan nasional, meski tidak lepas dari sorotan terkait politik dinasti dan kebijakan HAM," terangnya.
Menurut Prabu, sentimen yang cenderung positif ini merupakan modal bagi pemerintahan Prabowo-Gibran memimpin Indonesia ke depannya.
"Pemerintahan Prabowo-Gibran telah memulai perjalanan yang penuh tantangan, namun dukungan publik adalah modal besar bagi mereka untuk membawa perubahan yang signifikan," tutup Prabu Revolusi.***