Baca Juga: Gegara Sambangi Presiden Israel, Staf Penjabat Bupati Kudus Ini Dinonaktifkan
Sementara itu, Zainal Maarif telah menanggapi keputusan pemecatannya setelah kunjungannya ke Israel.
Menurutnya, ia sebagai kaum intelektual memiliki kewajiban untuk bertindak terkait konflik Israel dan Palestina.
"Saya punya kewajiban intelektual, agama untuk menyatakan kebenaran, saya muslim," kata Zainal Maarif ketika ditemui pada 19 Juli 2024.
Dalam kesempatan itu, Zainal menegaskan bahwa ia bukan pendukung Israel.
"Bagi saya yang dilakukan oleh Israel sekarang itu adalah kebiadaban. Jangan saya katakan saya pro Israel," ujarnya.***