Lebih lanjut, meskipun kelimanya mengatasnamakan pribadi, itu akan memperburuk citra NU di masyarakat.
Kelimanya dikenal warga sebagai aktivis NU.
Baca Juga: 90 Warga Gaza Syahid di Al Mawasi, Israel Sebut Target Komandan Brigade Al Qassam
Savic juga menegaskan bahwa PBNU berada di pihak Palestina dan mengecam agresi dan kebrutalan Israel.
"Israel sampai saat ini tidak mengakui Palestina dan terus melakukan agresi militer yang memakan ribuan korban jiwa," ungkapnya.
Padahal sebelumnya Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf telah bertemu dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun.
Keduanya membahas apa yang bisa dilakukan PBNU untuk mendukung kemerdekaan Palestina sekaligus mengakhiri agresi Israel.
Ada kemungkinan kelimanya menerima sanksi dari PBNU namun pihaknya akan terlebih dahulu meminta keterangan terkait apa maksud dan tujuannya mendatangi Presiden Israel.
Sebagaimana diketahui, Israel penjajah semakin dikucilkan di dunia internasional karena telah membantai ribuan warga Palestina yang tidak bersalah, terutama wanita dan anak-anak.***