"Itu bisa merawat di dalam kapal dan juga ada unit darurat bisa operasi kelas satu, ada X-Ray dan UGD," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra mengatakan bahwa pengiriman pasukan perdamaian menunggu proses yang cukup lama karena menunggu mandat dari PBB.
Baca Juga: China Tegaskan Komitmen Perkuat Perdamaian dan Energi Terbarukan di Timur Tengah
Tidak hanya itu, pihaknya juga masih membahas tentang rencana evakuasi korban sipil.
Prabowo sebelumnya mengatakan bahwa akan ada sekitar 1000 warga sipil yang dibawa ke Indonesia untuk mendapatkan perawatan medis.
"Nanti kita kirim RS lapangan dan kita bisa evakuasi korban sipil yang ada di Gaza untuk dibawa ke Indonesia," ujar Herindra.***