nasional

Jokowi Kecam Perang Israel dan Hamas di Gaza, Minta Kemlu Lakukan Evakuasi terhadap WNI

Selasa, 10 Oktober 2023 | 17:49 WIB
Presiden Jokowi meminta Perang Israel dan Hamas segera dihentikan dan meminta Kemlu untuk evakuasi WNI dari daerah konflik. (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)

SENAYANPOST - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar Perang Israel dan Hamas yang berlangsung di Gaza, Palestina segera dihentikan.

Tidak hanya itu, Jokowi juga meminta tindakan kekerasan dalam Perang Israel dan Hamas untuk segera dihentikan.

Lebih lanjut, Jokowi juga sudah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk segera mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di daerah konflik.

Baca Juga: Terjemahan Lirik Lagu ANGEL EYES, NCT 127, Hafalin Lagunya, Cari Tahu Artinya

"Indonesia mendesak agar perang dan tindakan kekerasa segera dihentikan untuk menghindari semakin bertambahnya korban manusia dan hancurnya harta benda," kata Jokowi dalam konferensi pers yang digelar 10 Oktober 2023.

Diketahui, ini adalah serangan tentara militan Hamas yang cukup besar ke wilayah Israel.

Jokowi menilai eskalasi konflik lebih lanjut bisa menimbulkan korban dan kehilangan harta benda yang lebih besar.

Baca Juga: Prof Eddy Bantah Mirna Tak Diautopsi di Kasus Kopi Sianida: Jangan Sampai Masyarakat Terbuai

"Karena eskalasi konflik dapat menimbulkan dampak kemanusiaan yang lebih besar," lanjutnya.

Jokowi juga menggarisbawahi bahwa pihaknya sudah memberikan instruksi kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) untuk segera evakuasi WNI.

"Saya minta Menteri Luar Negeri dan jajaran kementerian terkait segera mengambil tindakan cepat untuk melindungi WNI yang berada di wilayah konflik," ujarnya.

Baca Juga: Lirik Lagu ANGEL EYES, NCT 127, Baru Aja Rilis, yuk Hafalin!

Kemudian Jokowi juga menekankan adanya penyelesaian masalah antara Israel dan Palestina terkait pendudukan wilayah yang selama ini berlangsung bertahun-tahun.

"Akar konflik tersebut pendudukan wilayah Palestina oleh Israel harus segera diselesaikan sesuai dengan parameter yang sudah disepakati PBB," pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini