Oleh: Dr. Abdul Aziz, M.Ag,
Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta
SENAYANPOST - Hanya sebuah foto, dua orang tengah duduk bersama. Tapi foto itu menghebohkan dunia peradilan.
Lalu, apa salahnya dengan foto yang beredar di sosial media sejak awal Oktober 2023 itu? Salahnya, foto itu menggambarkan sebuah "pertemuan" antara Ketua KPK Firli Bahuri (FB) dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Betul hanya pertemuan. Tapi publik menduga pertemuan itu bukan hal biasa. Itu pertemuan luar biasa yang merobek dunia peradilan.
Makna foto itu (diduga publik), FB dan SYL tengah bernegosiasi jumlah "uang suap" dalam kasus korupsi yang dilakukan menteri pertanian SYL. FB sebagai Ketua KPK ditengarai tengah melakukan pemerasan terhadap SYL.
Baca Juga: Mentan Syahrul Yasin Limpo Siapkan Tim Hukum, Febri Diansyah: Mulai Hari Ini dan Tahap Penyidikan
Kasus itu meledak ke publik setelah ada anggota masyarakat yang mengadukan pemerasan di atas. Laporan Dumas (pengaduan masyarakat) itu, kini tengah diselidiki Polda Metro Jaya.
Bahkan sudah sampai pada tahap penyidikan. Polisi, konon, sudah mengendus tersangkanya.
Hebatnya, Dumas tak hanya meng-upload foto pertemuan FB dan SYL. Tapi juga menyantumkan "kronologi pemerasan" tersebut. Konon, pemerasan diduga dilakukan FB pada tahun 2022.
Dalam kronologi di atas disebutkan, pada Juni 2022, Irwan (yang diduga mewakili Firli Bahuri), menyampaikan kepada Mentan SYL, bahwa tim KPK akan segera masuk ke Kementerian Pertanian. Ada dugaan korupsi di sana. Kemudian Irwan mengatur pertemuan SYL dengan FB.
Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi Seret Mentan Syahrul Yasin Limpo, Surya Paloh Jawab Isu Politisasi Hukum
Irwan sempat mendatangi rumah dinas SYL, menyampaikan permintaan dana dari FB. SYL menyanggupi akan memberi Rp1 miliar dalam bentuk dolar Singapura.
Singkat cerita, Desember 2022, jadwal pertemuan antara SYL dan FB diatur. Pertemuannya di lapangan bulu tangkis Mangga Besar, Jakarta Pusat.
Saat itu, dalam pertemuan, SYL berbincang dengan FB di pinggir lapangan. Ketika "dua tokoh" itu hendak pulang, uang Rp1 miliar pun diberikan ajudan SYL kepada ajudan FB.