Kemudian Hendropriyono menceritakan malam yang sebelumnya tidak pernah ia sangka.
Baca Juga: Marvel Studios Rilis Dua Episode Jelang Tayang Loki Season 2 di Disney Plus, Ternyata Ini Bocorannya
"Tapi pada malam itu juga terjadi 30 (September), di tengah malam," jelasnya.
Saat itu, ia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Suasana Jakarta seketika mencekam setelah insiden tersebut.
"Saya bingung, saya tidak mengerti ada kejadian apa sehingga waktu itu tidak ada handphone, tidak ada komunikasi selain dari mulut ke mulut," ujarnya.
Ia bertanya-tanya apa sebenarnya motif dari para pelaku melakukan aksi ini sehingga akhirnya tujuh orang petinggi militer tewas di tangan PKI.
"Saya tidak ngerti siapa yang berbuat, tidak mengerti apa motivasinya, tidak ngerti apa yang terjadi, dan bagaimana cerita sesungguhnya," ucapnya.
Namun, Hendropriyono memastikan bahwa peristiwa ini adalah sebuah pengkhianatan terhadap ideologi Pancasila dan NKRI.
Baca Juga: Link Nonton Anime One Piece Episode 1078 Sub Indo Bebas Iklan, Momonosuke Jadi Shogun Wano Baru!
"Ini adalah suatu pengkhianatan terhadap ideologi Pancasila dan NKRI oleh segelintir orang," jelasnya.
Menurutnya, kontroversi G30S PKI terjadi karena terbatasnya informasi dan komunikasi saat itu, berbeda dengan saat ini yang di mana informasi tersebar dengan cepat.
"Menurut saya kontroversi ini terjadi antara dua pihak yang sama-sama bingung, sama-sama denger, baca dari situ, dari sini dengan berbagai ulasan," terangnya.
Baca Juga: Jadwal Ganjil Genap DKI Jakarta Berlaku Kembali di 26 Titik, Mulai Senin 2 Oktober 2023
Hendropriyono mengaku mendapat titik terang setelah mendengar pengarahan dari Gubernur Akademi Militer saat itu.