Tetapi pada keluasan ilmu, ketajaman berfikir, kelugasan ucapan, keberanian sikap, kerendahan hati, dan kedalaman adab. Kepantasan Kiai Said Aqil bukan karena sesuatu yang muncul dari luar. Tetapi dari pikiran dan hati. Itulah yang membuatnya menjadi pantas dalam memimpin NU. Teladan bagi umat dalam beragama dan berbangsa.
Wassalam.