Dugaan adanya intimidasi kepada Nabyla bermula dari cuitannya yang mengaku dihubungi nomor tak dikenal dan meminta menghapus unggahan tentang mutasi pegawai di Kementerian PU.
"Tadi siang habis dapat ancaman untuk menghapus postingan tweet tentang Menteri PU (terlampir), dengan membuka data pribadi yang berisi alamat, NIK, TTL, data keluarga, dan lokasi terakhir gawai saya," tulisnya dalam cuita di akun X @nabylarisfa, diunggah pada 16 Juli 2026 lalu.
Ia juga mengungkapkan bahwa telah menyiapkan surat somasi mengenai permasalahan tersebut.
Dalam unggahan itu, terlampir tangkapan layar pesan WhatsApp yang meminta menghapus sebuah cuitan karena dianggap bisa menimbulkan kegaduhan.
Baca Juga: Lukas Luwarso Ungkap 20 Dokumen Terkait Ijazah Jokowi yang Diminta Bonjowi pada UGM
Sementara cuitan yang dimaksud adalah sebuah quotes retweet tentang isu mutasi pegawai Kementerian PU.
"PTUN-in aja sih pejabat dzalim kayak gini. Greget banget gweh," tulisnya dalam cuitan tersebut.
Cuitan tersebut viral dengan penayangan di media sosial mencapai lebih dari 3,2 juta serta mendapat reply sebanyak 594, dan retweet lebih dari 10 ribu.***
Artikel Terkait
Prabowo Bakal Sikat Pejabat yang Diam-diam Jadi Maling Uang Rakyat: Saya Tak Toleransi, Tidak akan Ragu
Debat Publik Bakom RI vs BEM UI, Argumen Qodari soal Manfaat Program MBG bagi Dunia Pendidikan
Dua WNI Disekap di Myanmar, Pelaku Minta Uang Tebusan 200 Juta
Perampok Bersenjata Laras Panjang Gasak Toko Emas di Tapaktuan Aceh
Kronologi Penyekapan Wanita di Cikarang, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Utama