“Hari ini kita mati-matian melawan budaya patriarki yang merendahkan perempuan. Namun mengapa justru narasi yang sangat patriarkal lahir dari karya seorang kepala daerah?” tulis Atalia melalui unggahan akun Instagramnya @ataliapr, dikutip pada Kamis, 2 Juli 2026.
Atalia juga mempertanyakan makna lagu, dengan lirik yang dimaknai bisa merendahkan perempuan tersebut.
“Jujur saya tidak habis pikir, se-positif apapun saya memaknai lagu ini. Saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan,” tukasnya.***
Artikel Terkait
Orang Tua Ungkap Perubahan Anaknya yang Pulang dari Barak Militer di Purwakarta
Memperingari HUT RI ke 80 Ala Anggota Klub Motor Kustom di Purwakarta
Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Olok-olok Guru, KDM Sarankan Hukuman Kerja Sosial daripada Skorsing
Di Balik Aksi Lempar Ular di Pendopo Bupati Indramayu, Ada Gaya Kepemimpinan Lucky Hakim yang Dikritik Warganya
Celana Dalam Jadi Simbol Protes Warga di Kantor Bupati Kuningan