WBI Rehabilitasi Pantai Pesisisr Utara Tangerang Banten, Wamen LH Diaz Hendropriyono Berharap Masyarakat Ubah Pola Hidup Jaga Kelestarian Lingkungan

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Sabtu, 3 Mei 2025 | 15:19 WIB

SENAYANPOST - Warga Bumiputera Indonesia (WBI) yang menaungi Natabumi Mangrove Indonesia (NMI) bersama Agung Sedayu Group (ASG) bergandengan tangan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan merehabilitasi pantai pesisir utara Laut Jawa tepatnya di Tanjung Pasir kecamatan Teluk Naga kabupaten Tangerang provinsi Banten dengan menanam 500 bibit mangrove pada Sabtu 3 April 2025 ini.

Kegiatan ini bertemakan Warga Bumiputera Indonesia Pulihkan Mangrove Pesisir telah menyiapkan 7.000 bibit pohon mangrove sebagai bentuk rehabilitasi dan pemulihan pantai dari ancaman abrasi dan kerusakan lingkungan lainnya.

Ketua Umum WBI Prof Dr Jenderal TNI (Purn) Abdullah Mahmud Hendropriyono menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini adalah Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup bersama masyaralat desa Tanah Pasir dan sekitarnya  dalam kerja keras merehabilitasi pantai untuk keselamatan rakyat banyak.

“Kerja keras yang berkelanjutan telah mulai kita laksanakan di sepanjang 5 KM garis pantai provinsi Banten, untuk mencapai sasaran seluas 515 hektar di kawasan 1600 hektar. Usaha ini merupakan bentuk pengabdian nyata yang tanpa pamrih, dengan tujuan semata-mata demi keselamatan hidup masa kini dan masa depan generasi penerus kita serta umat manusia di dunia,” jelasnya kepada redaksi Senayan Post.

Mantan Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambahan Hutan era Kabinet Reformasi Pembangunan ini mengungkapkan bahwa penyelamatan kawasan strategis nasional seperti di pesisir utara Pulau Jawa akan berdampak pada peningkatan ekonomi dan ketahanan ekosistem global.

“Pengabdian di kawasan strategis nasional demikian merupakan kontribusi nyata yang signifikan, terhadap keamanan, sosial-ekonomi dan lingkungan hidup kita dalam ekosistem global,” tegasnya.

Presiden Direktur ASG Letjen TNI (Mar) (Purn) Nono Sampono mengungkapkan dukungan penuh ASG untuk kegiatan WBI dalam rehabilitasi kawasan pantai pesisir utara Kebupaten Tangerang provinsi Banten yang tidak jauh dari proyek-proyek ASG seperti Pantai Indah Kapuk (PIK) berada tidak jauh dari kawasan pesisir yang terdampak abrasi.

“Kami sebagai tetangga kawasan ini juga memiliki tanggung jawab. Apalagi kami sedang membangun properti dan infrastruktur di sekitarnya. Ini yang harus segera diselamatkan. Karena itu pemerintah menetapkan kawasan ini sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dilanjutkan oleh Agung Sedayu Group,” jelasnya.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Diaz Hendropriyono hadir dan mengapresiasi inisiatif masyarakat dalam rehabilitasi kawasan pesisir serta mengingatkan pentingnya komitmen kolektif dari masyarakat untuk mengurangi sampah, khususnya sampah plastik.

“Penanaman mangrove tidak akan cukup jika masyarakat masih membuang sampah sembarangan. Rehabilitasi harus disertai perubahan gaya hidup,” tegasnya.

Rehabilitasi dan penyelamatan kawasan pesisir utara Jakarta dan sekitarnya telah menjadi agenda nasional sejak era Presiden Suharto yang dituangkan dalam Keppres Nomor 56 Tahun 1995 melalui pendekatan pembangunan ekonomi dan penyelamatan lingkungan hidup. Diketahui, hutan negara di kawasan Tanjung Pasir awalnya seluas 1.800 hektar, dan saat ini menyusut drastis menjadi hanya sekitar 91 hektar.

WBI menargetkan program rehabilitasi mangrove di pesisir utara Kabupaten Tangerang provinsi Banten dengan area seluas 1.600 hektar sepanjang 5 KM secara bertahap, melibatkan jaringan organisasi WBI termasuk di antaranya Nata Bumi.  Rencananya, program rehabilitasi pantai ini akan meluas ke berbagai daerah di Indonesia. (Muqoddas).

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X