Pesan Guru Besar Filsafat Intelijen untuk Para Patriot Bangsa Indonesia Ingatkan Bahaya Propaganda Asing di Momen Idul Fitri

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Senin, 31 Maret 2025 | 02:42 WIB
AM Hendropriyono
AM Hendropriyono

 

SENAYANPOST – Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriyah telah berakhir. Selama sebulan penuh Umat Islam di berbagai dunia menjalankan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya sebagai bekal di akhirat nanti.

Tak terkecuali Umat Islam di Indonesia. Sayangnya, dalam momentum ibadah puasa kali ini, kita disuguhi berbagai aksi demonstrasi yang berkembang menjadi aksi kekrusuhan di sejumlah daerah.

Guru Besar Filsafat Intelijen Jenderal TNI (Purn) Prof Dr Abdullah Mahmud Hendropriyono sebagai tokoh pinisepuh Bangsa Indonesia dalam momentum Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriyah menyampaikan pesan kepada para patriot nasionalis Bangsa Indonesia akan bahaya infiltrasi intelijen asing di Indonesia yang bergerak melakukan penghasutan untuk merusak Bangsa Indonesia.

Berikut pesan Mantan Kepala Badan Intelijen Negara ini kepada para patriot nasionalis Bangsa Indonesia :

Pertama, para agen intelijen Amerika Serikat dan Inggris mulai bergerak untuk melakukan gerakan subversif di negara kita. Gerakan ini mengancam stabilitas pemerintahan kita dan sistem ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan negara. Hindarkan diri kita menjadi proxy mereka yang bertujuan menyulut perang saudara

Kedua, mereka menggunakan cara-cara inkonvensional dengan melancarkan agitasi dan propaganda untuk menggerakkan demo-demo walaupun alasannya kerap kali tidak masuk akal, sadar ataupun tidak telah banyak di antara kita mulai termakan oleh propaganda ini.

Ketiga, provokasi kaum subversif melalui hoax dalam bahasa yang emotif di media massa sudah cukup kiranya menyadarkan kita untuk segera berhenti menyebarkan kritik kebencian yang akan berujung pada ketidakpercayaan kepada pemerintahan Republik Indonesia

Keempat, mereka sedang berusaha menghasut terjadinya revolusi sosial untuk menggantikan sistem yang kita anut sejak reformasi 1998 dengan sistem yang baru. Sistem baru tersebut bertujuan untuk mencegah dedollarisasi dalam langkah-langkah ekonomi finansial Republik Indonesia bersama BRICS

Kelima, sekalin jelas terdapat manipulasi gerakan hak asasi manusia dengan suatu langkah pura-pura menghancurkan ketidak-adilan dalam masyarakat terutama di Papua.

Senior Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat yang pernah dididik dalam Pandu Hizbul Wathan Muhammadiyah ini menutup pesannya dengan mengumandangkan takbir :

 

الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X