Indonesia Darurat Simulakra, Guru Besar Filsafat Intelijen Bantah Video Viral Bukan Suaranya

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Kamis, 27 Maret 2025 | 01:32 WIB
AM Hendropriyono
AM Hendropriyono

SENAYANPOST - Jagad media sosial sepekan ini digegerkan dengan vidoe reels di media sosia; TikTok yang menampilkan foto Guru Besar Filsafat Intelijen Prof Dr Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono, dengan suara yang ternyata bukan suaranya.


Dalam video yang viral di TikTok itu, pengunggah membagikan rekaman suara yang diklaim AM Hendropriyono sedang membahas kondisi Indonesia.Namun, rekaman tersebut ternyata hasil rekayasa simulasi atau simulakra. Hal ini ditegaskan langsung oleh purnawirawan satuan elit Kopassus TNI AD ini pada Rabu, 26 Maret 2025.


"Yang jelas tidak benar, karena saya tidak pernah ditanya soal itu dan saya juga tidak pernah dimintai izin untuk memposting foto saya," katanya dikutip dari channel YouTube Kilat Media.

Menurut mantan Pangdam Jaya itu, tindakan pelaku yang mencatut nama seseorang di media sosial sangatlah tidak etis.

"Saya sama sekali tidak pernah dimintai izin untuk dirinya saya diposting begitu dengan pesan-pesan dari pelaku. Itu enggak etis dan tidak benar," jelasnya.

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara ini mengingatkan bahwa Indonesia memang negara demokrasi di mana setiap orang bebas untuk melakukan apapun. Namun, ia meminta publik tidak memakai kebebasan itu untuk melakukan berbagai macam hal tanpa adanya rasa tanggung jawab.

"Karena merasa negerinya negara bebas, negara liberal lalu lupa terhadap ajaran moral orang tua," pungkasnya.

Simulakra adalah tiruan atau representasi yang menggantikan realitas, di mana simulasi dan hasil simulasi menjadi begitu nyata sehingga realitas asli menjadi tidak relevan atau bahkan hilang. Simulakra  sering dikaitkan dengan konsep hiperrealitas, yaitu keadaan di mana simulasi menjadi begitu nyata sehingga kita tidak dapat lagi membedakan antara yang asli dan tiruan.


Guru Besar Emeritus Universitas Pertahanan Republik Indonesia ini dalam bukuya Filsafat Intelijen mengungkapkan bahwa ketahanan mental yang dibangun dari budi pekerti merupakan pertahanan yang kokoh terhadap serangan hoaks dan simulakra yang bertubi-tubi masuk ke dalam alam pikiram umat manusia. (Muqoddas)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X