Langkah Berani Indonesia, Menhan Prabowo Subianto Sebut Siap Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Gaza

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 2 Juni 2024 | 15:39 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan bahwa Indonesia siap mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Gaza. (X.com/@prabowo)
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan bahwa Indonesia siap mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Gaza. (X.com/@prabowo)

SENAYANPOST - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan Indonesia siap mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Jalur Gaza setelah 240 hari genosida di daerah kantong tersebut oleh Israel penjajah.

Prabowo yang juga merupakan presiden terpilih Indonesia mengatakan bahwa pasukan penjaga perdamaian tersebut akan bertugas selama gencatan senjata di Gaza jika diperlukan oleh PBB.

Kesiapan Indonesia ini disampaikan oleh Prabowo dalam konferensi kemanan Dialog Shangri La di Singapura belum lama ini.

"Jika dibutuhkan dan diminta oleh PBB, kami siap menyumbangkan pasukan penjaga perdamaian yang signifikan untuk menjaga dan memantau gencatan senjata prospektif ini serta memberikan perlindungan dan keamanan bagi semua pihak," kata Prabowo Subianto pada 1 Juni 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.

Baca Juga: Prabowo Subianto dan Kelanjutan Ketahanan Air Indonesia

Prabowo adalah mantan jenderal pasukan khusus dan Menteri Pertahanan Indonesia saat ini.

Ia akan menjabat pada bulan Oktober.

Presiden terpilih itu membuat pengumuman tersebut pada hari Sabtu, satu hari setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan proposal tiga tahap untuk gencatan senjata di Gaza.

Proposal Biden mencerminkan tawaran Israel yang diajukan kepada Hamas bulan lalu.

Hamas menerima tawaran tersebut, tetapi Israel kemudian mundur dan melancarkan serangan terhadap Rafah, menewaskan ratusan warga Palestina dan menggusur ratusan ribu orang yang berlindung di tenda-tenda di kota perbatasan Gaza.

Baca Juga: Menhan Prabowo Subianto Resmikan Replika Kerajaan Majapahit, Puji Inisiatif AM Hendropriyono

Prabowo lebih lanjut menyatakan bahwa investigasi menyeluruh terhadap bencana kemanusiaan di Rafah dan solusi yang adil untuk konflik tersebut diperlukan.

"Dan itu berarti hak Israel untuk hidup dan hak rakyat Palestina untuk memiliki tanah air mereka sendiri, negara mereka sendiri, dan hidup dalam damai," ujarnya.

Ia mengatakan Presiden Joko Widodo saat ini telah memerintahkannya untuk mengumumkan bahwa Indonesia juga siap mengevakuasi, menerima, dan merawat hingga 1.000 pasien dari Gaza.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X