SENAYANPOST – Perdana Menteri Irak Muhammad Syia As Sudani pada Rabu 15 Mei 2024 menyaksikan penandatanganan kerjasama industri perminyakan antara Kementerian Perminyakan Irak dengan Perusahaan Hualu anak perusahaan CNCEC (China National Chemical Engineering Corporation) untuk mengelola kilang minyak Al Fao di kota Basrah Irak.
Pemerintah Irak dan Korporasi China mentargetkan produksi kilang minyak Al Faw sebesar 300.000 barel perhari atau sepertiga dari rencana produksi minyak Irak perhari yaitu 1 (satu) juta barel perhari.
Selain minyak, CNCEC diharapkan juga dapat meningkatkan produksi petrokimia sebesar 3 juta ton pertahun.
PM Irak Muhammad Syia Al Sudani menjelaskan bahwa produksi migas merupakan penopang perekonomian Irak untuk memperbanyak modal asing di Irak.
“Kilang minyak Al Fao merupakan harapan Pemerintah Irak untuk mendanai kilang-kilang minyak dan keberhasilannya akan memperkuat keyakinan masuknya modal asing ke Irak khususnya di sektor migas,” jelasnya. (Muqoddas).