SENAYANPOST - Sabtu malam terjadi gempa bumi berkekuatan M6,2 berlokasi di laut di arah barat daya Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan gempa dekat Garut itu terjadi di kedalaman 70 km.
Kali ini, masyarakat bertanya-tanya apakah gempa di dekat Garut tersebut menyebabkan megathrust.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr Daryono menjelaskan bahwa gempa tersebut bukan termasuk megathrust.
Gempa yang terasa sampai Kota Bandung dan daerah Jabodetabek tersebut disebabkan karena adanya pecahnya batuan dalam Lempeng Indo-Australia.
Baca Juga: Usai Tuban, Gempa Bumi Kembali Terjadi di Laut Jawa Kekuatan M6,5, Ini Penjelasan BMKG
"Gempa selatan Jabar M6,2 bukan gempa megathrust yang berpusat di bidang kontak antar lempeng, tapi gempa ini dipicu pecahnya batuan dalam Lempeng Indo-Australia yang menunjam atau tersubduksi ke bawah Lempeng Eurasia di selatan Jabar," cuit Daryono pada 28 April 2024, dikutip SenayanPost.com dari akun X @DaryonoBMKG.
"Gempa ini populer disebut sebagai intraslab earthquake," lanjutnya.
Menurut pantauan BMKG, hanya terjadi gempa susulan setelah gempa cukup kencang pada tengah malam sebelumnya.
"Hanya terjadi satu kali gempa susulan pasca gempa selatan Jawa Barat M6,2. Hingga pukul 5.37 WIB pagi ini, hanya satu gempa susulan (aftershock) dengan kekuatan M3.1, pada 27 April 2024 pukul 23.45 WIB," terangnya.
Baca Juga: Gempa Guncang Tuban, BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami
Penyebab sedikitnya gempa susulan ini karena karakteristik batuan slab yang elastik.
"Karakteristik batuan slab Lempeng Samudra Indo-Australia yang elastik/ductile menjadi penyebab gempa Jabar M6,2 ini 'miskin' gempa susulan," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, terjadi gempa bumi pada 27 April 2024 mendekati tengah malam.
Artikel Terkait
Penjelasan Badan Geologi Terkait Gempa Bumi di Kalimantan Selatan, Imbau Masyarakat Tetap Tenang
Gempa Bumi Guncang Jepang Kekuatan 7,6 Magnitudo, Warga Jauhi Wilayah Pesisir
Ribuan Rumah Terputus Listrik Akibat Gempa Jepang, Begini Kesaksian dari Warga Setempat
Gempa Guncang Tuban, BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami
Usai Tuban, Gempa Bumi Kembali Terjadi di Laut Jawa Kekuatan M6,5, Ini Penjelasan BMKG