Hamas Kecam Pernyataan Menteri Komunikasi Israel Terkait Pembersihan Etnis Palestina, Minta ICJ Turun Tangan

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 11 Januari 2024 | 20:33 WIB
Ilustrasi, Hamas kecam keras pernyataan Menkominfo Israel yang menyinggung soal pembersihan etnis warga Palestina ,minta ICJ turun tangan. (Pexels.com/Ahmed Akacha)
Ilustrasi, Hamas kecam keras pernyataan Menkominfo Israel yang menyinggung soal pembersihan etnis warga Palestina ,minta ICJ turun tangan. (Pexels.com/Ahmed Akacha)

SENAYANPOST - Hamas baru-baru ini mengeluarkan pernyataan resmi yang berisi kecaman keras kepada Menteri Komunikasi Israel Shlomo Karhi.

Dalam pernyataan resminya, Hamas kecam Shlomo Karhi karena berencana ntuk melakukan pembersihan etnis Palestina dan memaksa sekitar 2 juta warga Gaza untuk pergi dari tempat asalnya.

Tidak hanya itu, Hamas juga mengecam karena penjajah Israel memaksa warga Palestina untuk keluar dari tanah kelahirannya.

"Para pemimpin pendudukan Nazi terus mengeluarkan pernyataan rasis yang menyerukan pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina tanpa memperhatikan komunitas internasional atau akuntabilitas peradilan," bunyi pernyataan resmi pada 11 Januari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Telegram resmi Hamas.

Baca Juga: Jadwal Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh Rute Tegalluar - Halim Tahun 2024, Lengkap dengan KA Feeder

Terbaru, Menteri Komunikasi Israel, Shlomo Karhi menekankan pemindahan paksa warga Palestina.

"Yang terbaru adalah pernyataan Menteri Komunikasi Zionis, Shlomo Karhi, yang menekankan kelanjutan pemaksaan warga Palestina untuk terusir dari tanah mereka di Gaza melalui kelanjutan agresi biadab mereka," lanjutnya.

Oleh karena itu, partai politik Palestina menyerukan komunitas internasional dan PBB untuk terus menekan Israel.

Terbaru, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah bahwa pihaknya melakukan migrasi paksa terhadap warga Gaza di Palestina.

Baca Juga: Afrika Selatan vs Israel di Den Haag, Bagaimana ICJ Putuskan Perkara Kejahatan Genosida?

Netanyahu berdalih bahwa operasi militernya hanya bertujuan untuk memusnahkan Hamas.

Namun, menurut para pengamat, tidak mungkin Israel memusnahkan Hamas.

Lainnya berpendapat bahwa pemerintahan Netanyahu tidak bisa mencapai tujuan operasi militer dan mengharuskannya untuk lengser dari kursi Perdana Menteri.

"Kami menyerukan kepada komunitas internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memenuhi tanggung jawab mereka dalam mengecam pernyataan-pernyataan agresif dan menghasut ini," lanjutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Hamas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X