internasional

Kerja Sama Pertahanan Indonesia–Qatar Makin Erat, Kolonel Tengku Sony Saksikan Kelulusan Perwira TNI AU Pertama di Qatar

Senin, 29 Juni 2026 | 19:30 WIB

SENAYANPOST - Hubungan dan kerjasama antara Indonesia dan Qatar dalam bidang militer dan pertahanan semakin erat. Terutamanya dengan pertukaran perwira untuk pendidikan militer sebagai pondasi penguatan hubungan dan kerjasama pertahanan dan militer antara Qatar dan Indonesia di masa mendatang.

Pada Senin 29 Juni 2026 ini, Mayor Tek Pramudya Bayu Moerti, S.T., M.M. menjadi Perwira TNI Angkatan Udara (TNI AU) pertama yang berhasil menyelesaikan pendidikan setingkat Sekolah Staf dan Komando (Sesko) melalui program Kulliyyatil Qiyādati wal Arkān dan resmi diwisuda dari Joaan Bin Jassim Academy for Defence Studies, Qatar.

Turut hadir menyaksikan momen bersejarah dan prosesi penyerahan ijazah serta penyematan brevet kelulusan ini adalah Atase Pertahanan Republik Indonesia untuk Qatar, Kolonel Arh Dr. (Cand) Tengku Sony Sonatha, SE, MIP.

"Pencapaian kelulusan Mayor Tek Pramudya Bayu Moerti, S.T., M.M. ini tidak hanya menjadi wujud nyata semakin eratnya kerja sama diplomasi pertahanan antara Republik Indonesia dan Negara Qatar yang terus meningkat dan berkelanjutan, tetapi juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi TNI AU, institusi TNI, dan bangsa Indonesia dalam mengembangkan sumber daya manusia guna menghadapi tantangan keamanan strategis global," jelas Kolonel Arh Dr. (Cand) Tengku Sony Sonatha, SE, MIP kepada Redaksi Senayan Post.

Upacara penutupan pendidikan Sekolah Komando dan Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Qatar Angkatan ke-12 ini diikuti oleh total 131 Perwira Siswa. Jumlah tersebut terdiri dari 86 Perwira Siswa Qatar dan 45 Perwira Siswa dari 21 negara sahabat, di antaranya Arab Saudi, Yaman, Kuwait, Oman, Yordania, Maroko, Aljazair, Rwanda, Mesir, Somalia, Irak, Bangladesh, Pakistan, Prancis, Indonesia, Palestina, Turki, Malaysia, Lebanon, Jerman, dan China.

Pendidikan militer bergengsi yang memakan waktu selama kurang lebih 10 bulan ini memfokuskan kurikulumnya dan memiliki tujuan akhir pada pelaksanaan operasi gabungan (joint operation) yang melibatkan seluruh kekuatan matra secara komprehensif, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Pertahanan Udara. Selain merampungkan kurikulum militer yang ketat tersebut, para Perwira Siswa (Pasis) juga secara resmi dianugerahi gelar akademik Master of Arts in Military and Security Studies di bidang Pertahanan.

Rangkaian kegiatan puncak kelulusan dan prosesi wisuda yang dimulai pada pukul 09.00 waktu setempat ini dipimpin langsung oleh Yang Mulia Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar, serta diisi dengan sambutan dari Komandan Joaan Bin Jassim Academy for Defence Studies.

Pada pertemuan tersebut tampak Atase Pertahanan Republik Indonesia untuk Qatar, Kolonel Arh Dr. (Cand) Tengku Sony Sonatha, SE, MIP tampak bercengkrama dengan sejumlah atase pertahanan negara-negara sahabat di Qatar, menandakan posisi Indonesia yang mudah diterima dalam panggung diplomasi militer dunia.

Program pengiriman Perwira Siswa RI ke akademi pertahanan di Qatar ini telah memasuki Angkatan ke-3. Keikutsertaan perwira TNI dalam program ini diawali oleh perwakilan dari matra Darat (TNI AD) pada angkatan pertama, dilanjutkan oleh matra Laut (TNI AL) pada angkatan kedua, dan kini secara paripurna mewakili kehadiran Tri Matra dengan lulusnya perwakilan matra Udara (TNI AU) pada angkatan ketiga.

Akademi Studi Pertahanan Joan Bin Jassim didirikan dengan semangat ini untuk melayani bangsa sebagai mercusuar pendidikan militer di berbagai bidang pertahanan, strategi, administrasi, dan kesadaran sosial, di samping spesialisasi akademis.

Qatar merupakan negara yang cukup penting di kawasan Timur Tengah, karena memiliki industri militer yang cukup kuat, memanfaatkan posisinya sebagai negara eksportir gas alam terbesar di dunia. Bersama Pakistan sebagai negara mediator, Qatar juga terlibat sejumlah momentum penting seperti penadatanganan nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran pada Jumat 19 Juni 2026 lalu.

Peningkatan hubungan dan kerjasama antara Indonesia dan Qatar, akan semakin memperkuat posisi Indonesia dalam pentas politik global termasuk di kawasan Timur Tengah. (Muqoddas)

Halaman:

Tags

Terkini