internasional

Wapres Gibran Pidato Sesi Kedua di KTT G20 Afrika Selatan, Sebut Program MBG Sebagai Investasi Strategis Indonesia

Senin, 24 November 2025 | 08:00 WIB
Wapres Gibran Rakabuming bicara soal MBG saat pidato sesi kedua KTT G20 (YouTube/Wakil Presiden RI)

Baca Juga: Diduga Terlibat Cinta Terlarang dengan Dosen Untag, AKBP Basuki Dibayangi Vonis Berat di Sidang Etik

Apalagi dilihat dari sisi lingkungan, Gibran menyatakan Indonesia yang terletak di kawasan Cincin Api Pasifik harus menghadapi lebih dari 3.000 bencana setiap tahunnya, mulai dari gempa bumi, banjir, hingga letusan gunung berapi.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Gibran mengungkapkan Indonesia kini mempromosikan konsep ketahanan yang berkelanjutan.

“Sebuah kerangka kerja yang memungkinkan perkembangan SDM, pertumbuhan ekonomi, dan perlindungan lingkungan yang berjalan tetap dalam harmoni,” lanjutnya.

Baca Juga: Koalisi Sipil Tegaskan akan Gugat ke MK hingga Lapor PBB Jika KUHAP Baru Tidak Dibatalkan

BGN: MBG Investasi Sambut Generasi Emas Indonesia 2045 dan Ketahanan Pangan

Sebelum Gibran, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menyebut bahwa penerima manfaat yang mayoritas berasal dari kalangan anak sekolah adalah bentuk pemenuhan hak anak Indonesia untuk mendapatkan makanan yang bergizi.

“Artinya, 53 persen hak anak Indonesia sudah bisa kita penuhi dan kita sedang kejar hak anak atas makan bergizi bisa kita penuhi di akhir tahun 2025,” kata Dadan Hindayana dalam acara SAC 2025 pada Rabu (19/11/25) lalu.

Dadan juga menyatakan bahwa program MBG menjadi investasi untuk masa depan Indonesia.

Baca Juga: Petunjuk Jalan Kaum Bijak (Minhajul Arifin Imam Al Ghazali)

“MBG merupakan program terbesar dalam investasi SDM Indonesia untuk generasi emas 2045,” sambungnya.

Bos BGN itu juga mengungkapkan bahwa ada manfaat lain yang diperoleh dari berjalannya MBG.

Tak hanya pemenuhan gizi anak, pelaksanaan MBG juga berkaitan dengan perekonomian dan menyasar banyak pihak.

Baca Juga: Lirik Lagu Misteri Dunia, Afgan, Track No 1 dalam Album Retrospektif

“Uang yang diamanahkan ke BGN, digelontorkan langsung ke garis depan, jadi satu SPPG di Jawa akan mengolah uang Rp900 juta per bulan, kalau di Papua barangkali bisa Rp4 miliar per bulan,” tuturnya.

Halaman:

Tags

Terkini