Di samping itu, Trump mengatakan ia akan memutuskan apakah akan mendesak Israel untuk membebaskan pemimpin politik Palestina yang dipenjara, Marwan Barghouti, dan bahwa ia berencana untuk segera mengunjungi Jalur Gaza.
Baca Juga: Trump Puji Prabowo di KTT Perdamaian Gaza: “Luar Biasa, Kerja Bagus untuk Perdamaian Dunia”
Ini hanyalah dua informasi yang dibagikan Trump dalam wawancara mendalam dengan Majalah TIME yang diterbitkan pada hari Kamis, di mana ia membahas gencatan senjata di Gaza dan langkah-langkah pemerintah selanjutnya di wilayah tersebut.
Wawancara ini dilakukan di saat Trump terus berjaya karena menjadi perantara gencatan senjata yang rapuh di Gaza.
Perjanjian tersebut telah dirusak oleh pelanggaran, termasuk penolakan Israel untuk membuka perlintasan perbatasan Rafah dan serangan udara Israel di wilayah tersebut.
Sementara itu, Hamas belum melucuti senjatanya, dan pasukan penjaga perdamaian internasional yang terdiri dari negara-negara Arab dan Muslim belum dikerahkan ke wilayah tersebut, meskipun kedua hal ini tercantum dalam rencana 20 poin Trump untuk Gaza.***