internasional

Sikap Presiden Prabowo Subianto untuk Palestina Mampu Cegah Peningkatan Ekstrimisme, Ini Penjelasan Mantan Petinggi Jamaah Islamiyah Mesir

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 20:38 WIB

SENAYANPOST - Pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum Persarikatan Bangsa Bangsa (PBB) terus menjadi buah bibir berbagai elemen masyarakat di kawasan Timur Tengah, karena menyampaikan pandangan yang tulus demi terwujudnya perdamaian. 

Hisyam Al Najjar, mantan jubu bicara Partai Bina wa Tanmiyah sayap poliitk Jamaah Islamiyah Mesir, mengungkapkan kebanggaannya kepada Presiden Prabowo Subianto atas keteguhan posisi Indonesia dalam menyelesaikan krisis Palestina dan mewujudkan perdamaian di kawasan Timur Tengah. 

"Ketegasan Indonesia terhadap solusi dua negara merupakan posisi yang penting dan krusial karena di satu sisi, posisi tersebut mengecualikan pilihan ekstremis zionis dan di sisi lain ekstremis islamis," ucapnya kepada redaksi Senayan Post pada Sabtu 18 Oktober 2025 melalui pesan tertulis dalam Bahasa Arab.

Dijelaskannya posisi Indonesia telah tepat dalam mewujudkan perdamaian dan tetap menjunjung tinggi hak historis dengan pendekatan yang lebih tegas.

"Saya yakin bahwa posisi resmi Indonesia yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto sudah tepat dan akan terus memberikan dukungan rakyat di tingkat Arab dan Islam, selama posisi tersebut menjunjung tinggi prinsip dan hak historis, dan selama posisi tersebut tidak memfasilitasi penyelesaian masalah atau berpartisipasi, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam penggusuran," tegasnya.

 

Pihaknya menjelaskan bahwa solusi dua negara merupakan solusi yang tepat agar tidak menjadi narasi bagi peningkatan ekstrimisme baik dari kalangan zionis ekstrmis atau dari kalangan islamis dari Ikhwanul Muslimin (IM), Al Qaeda atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Sehingga isu Palestina tidak lagi menjadi dalih pembenaran aksi-aksi terorisme, dan dengan ini tidak akan ada pihak yang dirugikan lagi oleh elemen-elemen ekstrimis.

"Semua pihak akan rugi ketika narasi ekstremisme meninggi dan pembenaran diberikan kepada teroris dan ekstremis di seluruh dunia. Pada saat itu, tak seorang pun akan kebal dari sasaran. Artinya, respons kelompok ekstremis, seperti Ikhwanul Muslimin dan lainnya, hanyalah sandiwara dan propaganda untuk memeras dan menekan negara-negara dengan tujuan mencegah resolusi konflik dan mengakhirinya dengan penyelesaian politik, karena solusi semacam itu akan menyingkirkan kekuatan ekstremis, baik zionis, dan islamis, dari panggung politik," paparnya.

Perdamaian ini adalah kemenangan seluruh Umat Islam dan Bangsa Arab yang me dukung perdamaian dengan solusi yang rasional.

"Perdamaian ini adalah kemenangan bagi Umat Islam dan Bangsa Arab yang mendukung solusi realistis dan rasional. Merekalah yang sedang dimenangkan dan diandalkan oleh Indonesia, Mesir, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan negara-negara yang mendukung perdamaian," pungkasnya.

 

Tags

Terkini