Kurangnya bagi hasil dan dukungan pemerintah
Ekonom Mohammed al-Hallak mencatat bahwa ekspor Turki mendapatkan sekitar 15 persen subsidi, sementara barang-barang Suriah tidak mendapatkan dukungan tersebut.
Akibatnya, neraca perdagangan tidak memungkinkan terjadinya pertukaran yang saling menguntungkan.
Barang-barang Turki tersedia secara luas di pasar Suriah dengan harga lebih rendah daripada produk lokal, sehingga melemahkan daya saing produk lokal.
Pada awal tahun ini, Ibrahim Fouad Ozgurekci, kepala Dewan Bisnis Turki-Suriah, mengatakan bahwa Turki bertujuan untuk meningkatkan perdagangan bilateral menjadi 10 miliar dolar AS dalam jangka menengah.
Masuknya produk-produk Turki secara terus-menerus, mulai dari bahan makanan seperti kebutuhan pokok, daging, dan makanan kaleng, hingga barang-barang industri termasuk pakaian, barang pecah belah, dan mesin industri, telah menjadi apa yang digambarkan oleh para ahli sebagai 'invasi' pasar Suriah.***