internasional

Presiden Prabowo Ajak Negara Islam Teladani Para Tokoh Islam Terdahulu untuk Bersatu dan Bangkit dari Kemiskinan

Kamis, 15 Mei 2025 | 11:11 WIB

SENAYANPOST — Presiden RI Prabowo Subianto menyerukan pentingnya kepemimpinan yang jujur dan tata kelola pemerintahan yang bersih sebagai kunci kebangkitan negara-negara Islam dari kemiskinan, ketimpangan, dan berbagai tantangan global lainnya.

"Sebelum kita bahas isu-isu besar yang tengah dihadapi dunia Islam, sekarang saya ajak kita semua merenungkan kisah dan keteladanan para tokoh besar dalam sejarah Islam, kisah-kisah mereka bukan hanya catatan sejarah tapi sumber nilai dan sumber inspirasi yang sangat relevan bagi tantangan yang kita hadapi hari ini," kata Prabowo.

Seruan ini disampaikan Prabowo saat membuka secara resmi Konferensi ke-19 Persatuan Parlemen Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (Parliamentary Union of the OIC Member States/PUIC) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5).

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa dunia Islam tidak boleh hanya menjadi penonton dalam percaturan global, tetapi harus menjadi pelaku utama dalam menciptakan keadilan, perdamaian, dan kemajuan bersama.

“Kita menghadapi tantangan di mana tantangan ini merupakan sumber kelemahan, yaitu kemiskinan, kelaparan, korupsi, ketimpangan pendidikan, dan ketidakmampuan mengelola dan menjaga sumber daya kita masing-masing,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menyambut baik tema pertemuan PUIC tahun ini, yakni "PUIC Silver Jubilee–Good Governance and Strong Institutions as Pillar of Resilience", yang dianggap sangat relevan dan mendesak. Ia menekankan bahwa kebangkitan negara-negara Islam harus dimulai dari bagaimana masing-masing bisa mengatasi permasalahan internal terlebih dahulu.

"Tanpa tata kelola yang baik dan kuat, tanpa pemimpin yang jujur, negara tidak akan pernah memiliki daya tahan. Apalagi daya saing,” tegasnya.

Prabowo juga mengingatkan kembali sejarah kegemilangan peradaban Islam yang dahulu pernah memimpin dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia mencontohkan tokoh-tokoh besar seperti Umar bin Khattab, Salahuddin Al Ayyubi dan Muhammad Al-Fatih sebagai simbol kepemimpinan yang adil, berani, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

"Salahuddin Al-Ayyubi penakluk Jerusalem mengajarkan kita keadilan dan kebesaran hati saat berhasil merebut kota suci dari tentara salib, ia tidak membalas dendam. Ia akan beri jaminan keamanan bagi musuh-musuhnya. Beliau beri contoh selalu melindungi yang lemah, selalu melindungi yang tertindas. Di dunia yang masih banyak diliputi kebencian dan kekerasan, keteladanan ini menunjukkan bahwa kekuatan sejati seorang pemimpin adalah kasih sayang rasa kemanusiaan dan tekad untuk selalu melindungi yang lemah," kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo kembali menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Ia menyerukan tindakan nyata dari negara-negara Islam untuk menghentikan penderitaan rakyat Palestina yang sudah berlangsung terlalu lama.

"Sudah tiba waktunya, jangan kita sekadar berdiskusi. Jangan menyusun resolusi-resolusi lagi. Rakyat Palestina terlalu lama menjadi korban. Rakyat Palestina membutuhkan suatu tindakan yang nyata. Indonesia akan terus berdiri bersama Palestina," ujar Prabowo.

Tags

Terkini