internasional

Bulan Sabit Merah Palestina Amankan 14 Jenazah Paramedis dan Pertahanan Sipil yang Diculik Israel Penjajah di Rafah

Selasa, 1 April 2025 | 11:27 WIB
Bulan Sabit Merah Palestina amankan 14 jenazah termasuk paramedis dan pertahanan sipil yang diculik oleh Israel penjajah. (Instagram.com/@palestineredcrescent)

Baca Juga: Hamas Setujui Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza Tahap Dua, Tunggu Respons Israel Penjajah

"Setelah penyelidikan awal, ditetapkan bahwa beberapa kendaraan mencurigakan... adalah ambulans dan truk pemadam kebakaran," imbuhnya.

Pada hari Jumat, anggota Bulan Sabit Merah Palestina dan staf PBB yang tiba di lokasi pembantaian melaporkan menemukan jasad pemimpin misi, Anwar Abdel Hamid al-Attar, 'dalam potongan-potongan tubuh yang terpotong-potong'.

"Tim kami menemukan peralatan keselamatan yang sobek yang dikenakan oleh kru di tempat kejadian perkara. Hal ini menunjukkan bahwa pasukan pendudukan Israel secara langsung menargetkan kru selama penyerbuan mereka, kemudian dengan sengaja mengubah fitur area tersebut dan menyembunyikan jasad beberapa warga sipil menggunakan buldoser dan mesin berat," kata Bulan Sabit Merah Palestina dalam sebuah pernyataan.

"Kami menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menekan otoritas pendudukan agar mengungkap nasib personel yang hilang. Kami juga mendesak masyarakat internasional dan negara-negara penandatangan Konvensi Jenewa untuk mengambil langkah serius guna memastikan perlindungan tim medis," kata Bulan Sabit Merah Palestina pada hari Sabtu.

Baca Juga: Abu Ubaidah Juru Bicara Sayap Militer Hamas Sebut Israel Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza

Israel telah menewaskan hampir 1.000 warga Palestina di Gaza sejak dimulainya kembali perang genosida di jalur tersebut, sekitar setengahnya adalah wanita dan anak-anak.

Israel secara sepihak mengakhiri gencatan senjata dengan Hamas di Gaza dan memperbarui serangannya di jalur tersebut pada tanggal 18 Maret, menewaskan lebih dari 400 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, hanya dalam satu malam.

Kepala OCHA Tom Fletcher mengatakan bahwa sejak Israel melanggar gencatan senjata, serangan udara Israel telah menghantam 'daerah padat penduduk', dengan 'pasien tewas di ranjang rumah sakit mereka, ambulans ditembaki, petugas tanggap darurat tewas'.***

Halaman:

Tags

Terkini